Beranda Berita BUDI, PEMUSIK PASAR TUNGGING SUNGAI KELEDANG SAMARINDA: BERMODALKAN BAKAT SENI, MENJADIKAN MUSIK...

BUDI, PEMUSIK PASAR TUNGGING SUNGAI KELEDANG SAMARINDA: BERMODALKAN BAKAT SENI, MENJADIKAN MUSIK SEBAGAI SUMBER PENGHIDUPAN

26
0

Reportase-online.com—Samarinda – Di tengah keramaian Pasar Tungging, kawasan Sungai Keledang, Kota Samarinda, terdapat sosok pemusik yang menarik perhatian para pengunjung. Dengan peralatan musik sederhana dan semangat berkesenian, Budi hadir memberikan hiburan bagi masyarakat yang datang menikmati suasana pasar tradisional tersebut.

Pasar Tungging bukan hanya menjadi tempat masyarakat berburu aneka kuliner, makanan dan minuman, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial dan hiburan bagi warga. Di tengah aktivitas jual beli serta suasana santai masyarakat di pinggiran sungai, alunan musik yang dibawakan Budi menjadi salah satu daya tarik tersendiri.

 

Mengenal Sosok Budi dan Nizam Entertainment

Budi merupakan pemilik Nizam Entertainment yang berasal dari Tenggarong, Kalimantan Timur. Ia lahir di Tenggarong pada tahun 1989. Memiliki ketertarikan dan minat terhadap dunia seni, khususnya musik, Budi berusaha menjadikan kecintaannya tersebut sebagai bagian dari perjalanan hidup.

Baginya, musik bukan sekadar hiburan atau kegiatan untuk mengisi waktu luang. Musik juga menjadi media untuk berinteraksi dengan masyarakat, menyalurkan kreativitas, sekaligus membuka peluang mendapatkan penghasilan.

Dengan semangat dan kemampuan yang dimiliki, Budi mencoba mencari ruang untuk berkarya. Ia tidak harus menunggu panggung besar, gedung pertunjukan, ataupun acara hiburan resmi. Baginya, setiap tempat yang memungkinkan masyarakat menikmati musik dapat menjadi panggung untuk menunjukkan bakat dan kemampuannya.

Pasar Tungging Menjadi Ruang Berkarya

Sejak Juni 2026 hingga sekarang, Budi menjalankan aktivitas bermusiknya di Pasar Tungging, Sungai Keledang, Samarinda.

Keputusannya memanfaatkan pasar tradisional sebagai tempat bermusik merupakan pilihan yang menarik. Di tengah keramaian pengunjung yang datang untuk menikmati kuliner dan suasana pasar, Budi menghadirkan hiburan musik secara langsung.

Aktivitas tersebut dijalankan dengan konsep sederhana. Ia tidak menetapkan tarif atau mematok harga kepada pengunjung yang ingin menikmati lagu-lagu yang dibawakannya.

Sebagai gantinya, Budi menerima sedekah atau pemberian secara sukarela dari para pengunjung. Siapa pun yang merasa terhibur dan ingin memberikan apresiasi dapat melakukannya sesuai kemampuan masing-masing.

Tidak ada kewajiban bagi pengunjung untuk memberikan uang. Prinsip sukarela menjadi bagian dari konsep yang dijalankannya. Dengan cara tersebut, Budi berusaha menghadirkan hiburan yang dapat dinikmati masyarakat tanpa membebani mereka dengan biaya tertentu.

Musik sebagai Jalan Menghidupi Diri

Di balik aktivitasnya menghibur pengunjung, terdapat cerita tentang perjuangan hidup seorang pria yang berusaha mandiri melalui kemampuan dan kreativitasnya.

Dengan status masih bujangan, Budi menjalankan aktivitas bermusik tersebut sebagai salah satu cara untuk memperoleh biaya hidup sehari-hari.

Tentu, menjalani pekerjaan dengan mengandalkan pemberian sukarela bukanlah sesuatu yang selalu mudah. Penghasilan yang diperoleh tidak menentu karena bergantung pada jumlah pengunjung, suasana pasar, dan keikhlasan masyarakat yang memberikan apresiasi.

Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya berhenti berkarya. Ia tetap memanfaatkan kesempatan yang ada dengan menjadikan kemampuan bermusik sebagai modal utama.

Ada nilai perjuangan yang dapat dilihat dari aktivitas Budi. Ia berusaha mencari penghidupan melalui jalan yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Tidak harus selalu berada di tempat mewah atau panggung besar, karena kreativitas dapat tumbuh dan berkembang di mana saja.

Pasar Tradisional Juga Bisa Menjadi Panggung Seni

Kehadiran Budi di Pasar Tungging memberikan gambaran bahwa pasar tradisional memiliki potensi lebih dari sekadar pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Pasar juga dapat menjadi ruang bagi para pelaku seni untuk menampilkan kreativitas, memperkenalkan kemampuan, dan membangun interaksi dengan masyarakat.

Musik yang dimainkan di tengah keramaian pasar menghadirkan suasana berbeda. Pengunjung yang datang bersama keluarga, teman, maupun orang-orang terdekat dapat menikmati hiburan sembari menyantap makanan dan minuman yang tersedia.

Hal seperti ini memperlihatkan bahwa hiburan masyarakat tidak selalu harus diselenggarakan melalui acara besar. Aktivitas sederhana yang dilakukan secara konsisten pun dapat memberikan warna tersendiri bagi kehidupan sosial masyarakat.

Kehadiran pemusik seperti Budi juga menjadi pengingat bahwa ruang berkesenian sesungguhnya terbuka luas. Selama ada kemauan untuk berusaha dan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, setiap lingkungan dapat menjadi tempat untuk mengembangkan potensi diri.

Menghargai Perjuangan dan Kreativitas

Kisah Budi merupakan salah satu potret kehidupan masyarakat yang berusaha memanfaatkan potensi diri untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ada keberanian untuk mengambil peluang, ada kecintaan terhadap seni, dan ada kemauan untuk terus berusaha.

Tidak semua orang memiliki perjalanan hidup yang sama. Ada yang bekerja di kantor, berdagang, bertani, menjadi pekerja profesional, dan ada pula yang memilih menjadikan seni sebagai sumber penghidupan.

Apa pun profesinya, selama dilakukan dengan cara yang baik dan tidak merugikan orang lain, setiap usaha patut mendapatkan penghargaan.

Budi bersama Nizam Entertainment telah menemukan ruangnya sendiri di Pasar Tungging Sungai Keledang, Samarinda. Ia hadir bukan semata-mata untuk mencari popularitas, melainkan memanfaatkan kemampuan bermusik agar tetap bisa berkarya sekaligus mendapatkan penghasilan.

Kisah ini juga menjadi gambaran bahwa kreativitas tidak selalu membutuhkan modal besar. Terkadang, keberanian memulai, konsistensi, dan kemampuan melihat peluang justru menjadi modal utama dalam menjalani kehidupan.

PENUTUP: SETIAP TEMPAT BISA MENJADI PANGGUNG KEHIDUPAN

Dari kisah Budi, kita dapat mengambil pelajaran bahwa mencari penghidupan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang, peluang justru hadir dari tempat sederhana yang setiap hari dikunjungi masyarakat.

Pasar tradisional dapat menjadi panggung, musik dapat menjadi sarana hiburan, dan bakat seni dapat menjadi modal untuk bertahan hidup.

Semoga Budi tetap diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesempatan untuk terus mengembangkan Nizam Entertainment serta mempertahankan kecintaannya terhadap dunia seni musik.

Karena pada akhirnya, berkarya tidak harus menunggu terkenal, dan mencari nafkah tidak harus selalu berada di balik meja. Selama ada kemauan, kreativitas, dan semangat untuk berusaha, setiap tempat dapat menjadi ruang untuk mengukir perjalanan hidup.

Menghargai setiap profesi, mendukung setiap kreativitas, dan memberikan apresiasi kepada mereka yang berjuang melalui karya.(#)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here